STUDI ETNOFARFARMASI PADA SUKU ANAK DALAM (SAD) DI DESA PEMAYONGAN KECAMATAN SUMAY KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI
STUDI ETNOFARFARMASI PADA SUKU ANAK DALAM (SAD) DI DESA PEMAYONGAN KECAMATAN SUMAY KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI
DOI:
https://doi.org/10.37250/khazanah.v7i2.198Kata Kunci:
Etnofarmasi, Penyakit, Jambi, Suku Anak Dalam, Sumber AlamAbstrak
Latar Belakang : Suku Anak Dalam merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih memegang teguh adat istiadat dan budayanya, termasuk pengetahuan lokalnya mengenai pengobatan menggunakan tumbuhan obat. Salah satu komunitas masyarakat Suku Anak Dalam tinggal di Desa Pemayongan, kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Penelitian Etnofarmasi ini dilakukan untuk mengetahui berbagai penyakit yang dialami SAD dan mengetahui berbagai sumber alam yang dimanfaatkan sebagai pengobatan
Metode : Penelitian ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal dan teknik pengambilan sampel yaitu snowball sampling melalui wawancara open-ended-interview terhadap informan.
Hasil : Hasil penelitian menyatakan bahwa penyakin yang sering dialami oleh Suku Anak Dalam diantaranya demam, batuk, gatal-gatal, sesak napas dan sakit perut. Pengobatan penyakit tersebut dengan memanfaatkan sumber alam berupa tumbuhan maupun hewan. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah akar, daun, kulit batang, dan getah buah, sedangkan untuk hewan bagian yang digunakan adalah lemak, sisik, dan daging. Cara pengolahan yaitu dikikis, ditumbuk, direbus, digoreng, sedangkan penggunaan bahan tersebut dengan cara dimakan, diminum, dan dioleskan pada bagian yang sakit
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 5 penyakit yang sering terjadi dan ada 9 macam tumbuhan dan 5 hewan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Kata kunci: Etnofarmasi, Penyakit, Jambi, Suku Anak Dalam, Sumber Alam
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Khazanah Intelektual

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





1.png)




