FAKTOR PREDIKSI STUNTING DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR
STUDI WILAYAH PADA KATEGORI WILAYAH STUNTING BERAT DI PROVINSI JAMBI
Keywords:
Stunting; Faktor Prediktor; STBM; TTG; Tanjung Jabung TimurAbstract
Stunting pada masa balita akan menjadi hambatan paling signifikan bagi tumbuh kembang anak dan akan menurunkan kualitas kesehatannya di masa depan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting serta faktor prediksi stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif desain cross sectional, dan bagian dari penelitian determinan stunting pada wilayah dengan prevalensi berat di Provinsi Jambi. Penentuan lokasi penelitian dan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 27,9%, lebih banyak terjadi pada usia < 3 tahun, jenis kelamin perempuan dan lebih sering mengalami ISPA dibandingkan diare. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting ditemukan adalah usia ibu, tinggi badan ibu, pola asuh makan (usia pemberian MP ASI), pola asuh kesehatan (perilaku mencuci tangan dan penimbangan balita ke posyandu) dan sanitasi (SPAL, jamban keluarga dan ketersediaan air bersih). Sedangkan faktor prediktor terkuat dalam memprediksi kejadian stunting yaitu perilaku merokok, dimana keluarga dengan anggota keluarga yang merokok meningkatkan resiko memiliki balita stunting sebesar 7 kali, yang tidak memiliki jamban sehat beresiko 5 kali, ibu atau pengasuh yang tidak mencuci tangan dalam menyiapkan makanan bagi balita beresiko 4 kali, dan balita yang sering mengalami ISPA beresiko 2,5 kali menderita stunting. Perlunya peningkatan cakupan rumah tangga bebas rokok di dalam rumah, meningkatkan konvergensi pemerintahan desa dengan pihak swasta mewujudkan gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam menciptakan jamban sehat melalui Teknologi Tepat Guna (TTG) jamban septik tank system over flow serta ketersediaan air bersih.
References
Kementerian Kesehatan RI. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, "Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Buletin Penelitian Data dan Informasi Kesehatan. 2018;
Kementerian Kesehatan RI. Laporan Riskesdas 2018. 2019.
Kementerian Kesehatan RI. Laporan Riskesdas 2013. 2014.
Kementerian Kesehatan RI. Buletin Stunting. Buletin Stunting. 2018;1163–78.
Unicef/ WHO/The World Bank. Levels and Trends in Child malnutrition - Unicef WHO The World Bank Joint Child Malnutrition Estimates, key findings pf the 2019 edition. Unicef [Internet]. 2019;4. Available from: http://www.unicef.org/media/files/JME_2015_edition_Sept_2015.pdf
Kusumawati E, Rahardjo S, Sari HP. Model Pengendalian Faktor Risiko Stunting pada Anak Bawah Tiga Tahun. Kesmas Natl Public Heal J. 2015;9(3):249.
Weise A. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. 2014;(0751):1–7.
Susianti N. Evaluasi Faktor Macro-Level Environment dalam Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri di Provinsi Jambi (Evaluation Macro Level Environment Factors In Prevention and Mitigation Anemia in Young Woman in Jambi Province). 2018;634–41.
Wasaraka YNK, Prawirohartono EP, Soenarto Y. Perbedaan proporsi stunting pada anak usia 12-24 bulan berdasarkan pemanfaatan pelayanan posyandu di Kabupaten Jayapura, Papua (Difference of stunting proportion on 12-24 months children according to posyandu service utilisation in Jayapura, Papua). J Gizi Klin Indones. 2017;12(2):72.
Wellina WF, Kartasurya MI, Rahfilludin MZ. Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia 6 - 12 Bulan. J Gizi Indones. 2016;5(1):55–61.
Ni’mah, Khoirun SRN. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting balita. Media Gizi Indones. 2015;1:13–9.
Mugianti S, Mulyadi A, Anam AK, Najah ZL. Faktor penyebab anak stunting usia 25-60 Bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. J Ners dan Kebidanan (Journal Ners Midwifery). 2018;5(3):268–78.
Aulia D. Determinan stunting pada anak usia 24-59 bulan di kelurahan cimahpar, kecamatan bogor utara dena aulia. 2016;
Pemerintah Provinsi Jambi. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi 2016-2021. 2016.
Millen Chall Acc-Indonesia. Stunting dan Masa Depan Indonesia [Internet]. 2013. Available from: www.mca-indonesia.go.id
Kementerian Kesehatan RI. Laporan Riskesdas Tahun 2013. 2014.
Suhardjo. Berbagai Cara Pendidikan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara; 2003.
Schimdt, W Charles. Beyond Malnutrition: The Role of Sanitasion in Stunted Growth. Environ Health Perspect. 2014;122(11):A298.
Cairncross, Sandy. Linking toilets to stunting. In: UNICEF ROSA “Stop Stunting Conference.” New Delhi; 2013.
Farah Okky Aridiyah, Ninna Rohmawati MR. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah pesedaan dan perkotaan. 2015;3(1):164–70. Available from: https://scholar.google.com/citations? user=v1Wv8LEAAAAJ&hl=en
Bosc A, Baqui AH, Ginneken J. Early-life Determinants of Stunted Adolescent Girls and Boys in Matlab. J Heal Popul Nutr. 2008;26(2):189–99.
Paramitha Anisa. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan di Kelurahan Kalibaru Depok Tahun 2012. Universitas Indonesia; 2012.
Anwar et. a. High Participation in the Posyandu Nutrition Program Improved Children Nutritional Status. Nutr Res Pract. 2010;4(3):208–14.
Fink G, Guther I HK. The Effect of Water and Sanitation on Child Health: Evidence From The Demographic and Health Surveys 1986-2007. Int J Epidemiol. 2011;9(18).





1.png)




