PERAN DUKUN DAN TUO TENGGANAI SEBAGAI MEDIATOR PESAN IMUNISASI MELALUI TRADISI “NGERAWI” DI KECAMATAN BATANG ASAI, SAROLANGUN JAMBI PERAN DUKUN DAN TUO TENGGANAI SEBAGAI MEDIATOR PESAN IMUNISASI MELALUI TRADISI “NGERAWI” DI KECAMATAN BATANG ASAI, SAROLANGUN JAMBI

Main Article Content

Ummi Kalsum
Raden Halim
M.Ridwan

Abstract

Peran Dukun bayi dan Tuo Tengganai yang mempunyai kedudukan yang dihormati dan didengar dapat dijadikan mediator penyampai pesan yang sangat baik khususnya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terutama ibu dalam melaksanakan imunisasi dasar lengkap bagi bayinya. Pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dukun dan tuo tengganai penting sebagai langkah awal untuk pemberdayaan. Tujuan studi ini untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap dan komitmen Dukun dan Tuo Tengganai sebagai mediator pesan imunisasi kepada ibu hamil dan suami sebelum dan setelah diberi pelatihan serta penyebab rendahnya cakupan imunisasi. Metode penelitian adalah intervensi dengan disain quasi eksperiment menggunakan one group pre-post test design terhadap 5 orang dukun dan 29 orang Tuo Tengganai. Lokasi penelitian di Desa Kasiro, Bukit Sulah dan Datuk Nan Duo Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun Jambi. Ada peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah diberikan intervensi berupa pelatihan tentang imunisasi kepada Dukun dan Tuo Tengganai, meskipun sikap dan komitmen (dukungan) tidak ada perbedaan yang bermakna setelah diberi intervensi karena sikap dan komitmen mereka relatif sudah baik terhadap program imunisasi. Perlu peningkatan pengetahuan dengan pemberian pelatihan atau penyuluhan tentang imunisasi untuk lebih meningkatkan peran dukun dan tuo tengganai sebagai mediator penyampai pesan imunisasi melalui tradisi “ngerawi”agar cakupan imunisasi bayi dan balita meningkat.

Article Details

Section
Articles