Analisis Status Keberlanjutan Usahatani Kelapa Sawit Swadaya Di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis status keberlanjutan usaha kelapa sawit mandiri di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. (2) menganalisis atribut sensitif yang mempengaruhi status keberlanjutan usaha kelapa sawit mandiri di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari.
Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi pertanian, metode Rap-PalmOil dengan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) untuk menilai status keberlanjutan di seluruh dimensi ekologi, ekonomi, dan sosial, dan analisis leverage untuk menganalisis atribut yang paling sensitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kelapa sawit mandiri dikelola dalam skala kecil dengan luas rata-rata 2,3 ha dan umur rata-rata tanaman 12 tahun. Status keberlanjutan multidimensi dianggap cukup berkelanjutan dengan indeks 73,24. Dimensi ekonomi dianggap berkelanjutan (89,66), sedangkan dimensi sosial (73,26) dan ekologi (66,06) dianggap cukup berkelanjutan. Atribut yang paling sensitif adalah sanitasi perkebunan (ekologi), kelayakan usahatani (ekonomi), dan adopsi inovasi (sosial).
Kata kunci: Keberlanjutan, Minyak Sawit Independen, Rap-PalmOil, MDS, Pertanian
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Khazanah Intelektual

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






1.png)



